Rotan-Rattan

Tanaman alam khas Indonesia yang menjadi ikon kerajinan tradisional adalah rotan.
Rotan masuk ke dalam kategori tanaman merambat yang memiliki ciri tumbuh dengan cepat, memiliki batang langsing dengan diameter 2-5cm, beruas, tidak berongga, serta dilindungi duri yang berfungsi sebagai alat pertahanan diri. Rotan bisa tumbuh dengan sangat panjang sampai ratusan meter. Jika ditebas, batang rotan akan mengeluarkan air dan bisa dijadikan sebagai cara bertahan hidup di alam bebas.

RimbaKita.com

Greeners.Co


Rotan di Indonesia banyak ditemukan di Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Nusa Tenggara. Dari pulau-pulau inilah Indonesia bisa menjadi produsen rotan terbesar dengan 80% pasokan rotan yang dikirim ke seluruh dunia. Sentra Industri dan pengrajin rotan terbesar di Indonesia terletak di Cirebon, Jawa Barat. Adapun beberapa nama yang cukup dikenal sebagai pusat kerajinan rotan yaitu Tegal Wangi dan Pesona Rotan Indonesia. 





Pada Tahun 2000an terjadi penurunan industri pengolahan bahan baku rotan yang diduga terjadi akibat peraturan menteri perdagangan yang memperbolehkan ekspor bahan baku rotan serta maraknya penjualan rotan secara ilegal, yang mengakibatkan industri pengolahan rotan di Indonesia kesusahan mendapatkan bahan baku rotan. Sebelumnya, tahun 1980an Indonesia merupakan pemasok bahan baku rotan terbesar, tetapi tidak didukung dengan industri olahan rotan yang berkembang, sehingga pasar hasil olahan rotan tetap dikuasai negara lain.

Dari masa ke masa, rotan sudah menjadi bahan baku pembuatan furnitur yang cukup banyak digunakan karena membawa kesan tradisional yang khas. Selain itu, rotan juga menjadi primadona furnitur karena memiliki sifat lentur, mudah dibentuk, serta cukup murah untuk diolah, sehingga banyak konsumen yang menginginkan kesan tropis tradisional pada rumahnya memilih furnitur berbahan rotan sebagai solusinya. Rotan banyak dijadikan sebagai kursi, meja, bingkai, tikar, material dasar bangunan, elemen dekoratif suatu ruangan, sampai peralatan pelengkap rumah tangga.





Penggunaan rotan sebagai furnitur yang semakin banyak juga tentunya menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana rotan ini diproduksi, bagaimana pengolahannya sampai bisa jadi sebuah furnitur yang estetik. Tentu saja, industri bahan baku rotan melibatkan proses penanaman dan panen yang disesuaikan dengan peraturan, sehingga bisa meminimalisir penebangan ilegal. Penggunaan rotan sebagai furnitur juga selain meningkatkan industri pengolahan rotan, juga mengurangi penggunaan kayu hutan yang semakin menipis keberadaannya.


Pengolahan rotan tentu melewati beberapa proses sebelum akhirnya dibentuk menjadi sebuah furnitur. Pertama rotan dibersihkan terlebih dahulu dari pelepah yang berduri. Secara garis besar terdapat dua proses pengolahan rotan yaitu :
1. Dimasak dengan minyak tanah untuk rotan berukuran sedang hingga besar, dan
2. Diasap dengan belerang untuk rotan berukuran kecil.
Selanjutnya, rotan diolah menjadi beberapa macam bahan baku yang siap dikembangkan menjadi furnitur atau peralatan lainnya.

Oleh : 
Ridha Sahira | Dhahiras

Sumber :

Foto :

Comments

Popular Posts